Anda suka membaca buku motivasi? Jika iya benarkah dengan membaca buku tersebut Anda bisa mencapai tujuan Anda? Beberapa pemikiran berikut akan bisa menjadi cara pandang baru bagaimana melihat buku motivasi.

Ada beberapa bahaya yang tidak kita sadari dari buku motivasi. Antara lain: keserakahan, tidak menjadi diri sendiri, dan menjadi bingung.

Biasanya buku-buku motivasi berisi mengenai cara pencapaian impian atau keinginan. Bahkan keinginan yang muluk-muluk dan tidak masuk akal.Hal ini memanfaatkan sifat serakah manusia.

Semakin kita termakan iming-iming dalam buku motivasi maka sifat serakah kita akan mendominasi. Kita tidak bisa melihat hal-hal indah yang telah kita punyai.

Cara-cara yang disampaikan pada umumnya bersifat mencuci otak. Sehingga kita seperti dihipnotis oleh penulis buku motivasi tersebut. Hal ini akan berakibat kita akan menganggap motivator tersebut adalah dewa penyelamat.

Kita menjadi tidak berani berpikir dengan pikiran kita sendiri. Kita tidak menjadi diri sendiri. Sedikit-sedikit mencari-cari jawaban ke buku motivasi. Akibatnya kita menjadi manusia yang lemah dan mduah dipengaruhi.

Banyaknya buku motivasi yang beredar akan membuat kita bingung. Mana buku yang benar. Padahal buku motivasi tidak bisa menjadi pegangan. Yang diuntungkan dari buku motivasi adalah orang-orang yang terlibat bisnis perbukuan.

Lalu apakah motivasi tidak kita perlukan? Motivasi tetap perlu. Dan buku motivasi bukanlah sumber motivasi yang sebenarnya.
Ingatkah Anda saat lulus SD? Kelulusan SD adalah salah satu contoh kesuksesan tanpa dibutuhkan buku motivasi.

Motivasi apa yang membuat kita lulus SD. Jawabannya adalah orang tua kita atau orang-orang yang kita cintai. Itulah motivasi kita sebenarnya. Kita akan mampu melakukan apa saat merasa disayangi. Dan kita akan mampu melakukan apa saja untuk orang-orang yang kita cintai.

Demikian. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.
Semoga bermanfaat!

:p